

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Bali, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UPMI Bali, Dr. Dra. Ni Wayan Sumitri, M.Si., turut mengharumkan nama institusi dengan menjadi salah satu penyaji dalam ajang internasional “Shared Worlds: India–Indonesia Colloquium on Oral Traditions and Cultural Memory” yang diselenggarakan di Netaji Bhawan, Kolkata, India, pada 4 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Netaji Research Bureau, Banglanatak dot com, dan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL), menghadirkan para pakar tradisi lisan dari India dan Indonesia.
Dalam forum bergengsi tersebut, Dr. Ni Wayan Sumitri mempresentasikan hasil penelitian etnolingustik mengenai tradisi perkawinan masyarakat Nias, yang dikerjakan bersama tim peneliti di bawah pimpinan Prof. Dr. I Wayan Arka, akademisi Indonesia yang kini menjadi pengajar di Australian National University (ANU). Penelitian ini menelusuri akar budaya perkawinan Nias dalam konteks kebudayaan Austronesia serta transformasinya di tengah masyarakat kontemporer. “Penelitian kami menekankan keterkaitan antara praktik adat, identitas budaya, dan pelestarian tradisi lisan Nusantara,” kata Dr. Sumitri.
Keikutsertaan Dr. Ni Wayan Sumitri dalam simposium internasional ini diapresiasi Dekan FBS UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum. Menurut Sujaya, keterlibatan Dr. Sumitri dalam simposium internasional tersebut tidak hanya memperkuat posisi FBS UPMI Bali dalam jejaring akademik global, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata Prodi Pendidikan Bahasa Bali dalam riset-riset kebahasaan dan kebudayaan yang relevan dengan dinamika masyarakat multikultural Indonesia. “Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi pengembangan penelitian, kolaborasi internasional, serta promosi kekayaan tradisi lisan Nusantara di kancah dunia,” kata Sujaya. (*)

