Karya Tari “Wastuti Wasundari” Gaungkan Harmoni Spiritual Manusia dan Alam

You are currently viewing Karya Tari “Wastuti Wasundari” Gaungkan Harmoni Spiritual Manusia dan Alam

Sebuah karya tari kolaboratif berjudul “Wastuti Wasundari” dipentaskan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Wantilan Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar. Pementasan ini menjadi refleksi mendalam tentang hubungan spiritual antara manusia dan alam sebagai satu kesatuan kosmis yang saling menjaga dan menghidupi.

Karya tari “Wastuti Wasundari” mengangkat makna Wastuti sebagai pujian dan doa, serta Wasundari sebagai sosok metaforis Ibu Pertiwi, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk. Melalui eksplorasi gerak, simbol, dan ekspresi artistik, karya ini menggambarkan bagaimana alam senantiasa memberikan berkah, perlindungan, dan keseimbangan bagi kehidupan manusia.

0-0x0-0-0#
0-0x0-0-0#

Di sisi lain, karya ini juga menyuarakan kegelisahan atas perilaku manusia yang kerap mengabaikan kelestarian lingkungan. Pesan keharmonisan manusia dan alam dihadirkan secara mendalam sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan semesta.

Pementasan “Wastuti Wasundari” merupakan bagian dari Program Insentif Sineas Nusantara (PISN), sebuah program yang mendukung penguatan dan pengembangan karya seni berbasis kearifan lokal serta nilai-nilai budaya bangsa. Program ini diketuai oleh I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn., dengan anggota I Wayan Sugama, S.Sn., M.Sn. dan I Ketut Muada, S.Sn., M.Sn., yang secara konsisten mendorong lahirnya karya-karya seni kolaboratif yang berakar pada tradisi dan memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, I Made Sujaya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pementasan karya tari ini di ruang sakral Pura Tirta Empul yang sarat nilai spiritual dan budaya.

“Melalui karya ‘Wastuti Wasundari’, kita diingatkan bahwa manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa gerak dan simbol budaya yang dihadirkan menjadi media refleksi sekaligus edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Fakultas Bahasa dan Seni sangat mendukung lahirnya karya-karya kreatif yang berlandaskan kearifan lokal dan menjunjung nilai kemanusiaan,” ujar I Made Sujaya.

Dengan pementasan karya tari “Wastuti Wasundari” di Wantilan Pura Tirta Empul, diharapkan pesan spiritual, budaya, dan ekologis yang diusung dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk merawat alam sebagai sumber kehidupan bersama.

0-0x0-0-0#
0-0x0-0-0#