

1. Ekspresi Komunal: Koreografi Kolaboratif untuk Edukasi Pengelolaan Sampah
Tim pertama mengusung proposal bertajuk “Ekspresi Komunal: Koreografi Kolaboratif Berbasis Partisipasi Publik dalam Pengelolaan Sampah di Desa Manukaya Bali.”
Proyek inovatif ini memadukan edukasi lingkungan dengan seni pertunjukan, menghadirkan pendekatan baru dalam kampanye pengelolaan sampah melalui gerak tari yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Susunan tim:
- I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. – Ketua Tim
- I Wayan Sugama, S.Sn., M.Sn. – Anggota
- I Ketut Muada, S.Sn., M.Sn. – Anggota
Tim ini berkomitmen menjadikan tari sebagai medium komunikasi publik yang inspiratif, sekaligus memperkuat budaya gotong royong masyarakat Bali melalui ekspresi kolektif.
2. Inovasi Seni Tari Wali pada Sanggar Tari Jata Winangun
Tim kedua mengangkat tema “Inovasi Seni Tari Wali pada Sanggar Tari Jata Winangun” yang berfokus pada revitalisasi dan pengembangan tari sakral Bali dalam konteks kekinian tanpa menghilangkan nilai kesuciannya.
Susunan tim:
- Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suwija, M.Hum. – Ketua Tim
- I Wayan Sugama, S.Sn., M.Sn. – Anggota
- Dr. Ni Made Pira Erawati, S.Pd., M.Sn. – Anggota
Melalui program ini, tim berupaya memperkuat posisi sanggar sebagai ruang edukasi budaya yang adaptif terhadap generasi muda.
Dengan lolosnya dua proposal sekaligus di PISN 2025, FBS UPMI Bali semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi seni di Bali.
Pihak fakultas menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keberhasilan ini. “ saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta memberikan dampak nyata bagi Masyarakat,” ucap Dekan FBS UPMI Bali, I Made Sujaya
Selamat dan sukses untuk seluruh tim! Semoga karya yang dihasilkan membawa dampak nyata bagi masyarakat dan pelestarian budaya Nusantara.

