Mahasiswa Sendratasik FBS UPMI Bali Gelar Diseminasi Proyek Inovatif Seni Pertunjukan

You are currently viewing Mahasiswa Sendratasik FBS UPMI Bali Gelar Diseminasi Proyek Inovatif Seni Pertunjukan

Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UPMI Bali, menyelenggarakan Diseminasi Karya Tugas Akhir Proyek Inovatif Seni Pertunjukan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu (30/5). Kegiatan ini menampilkan lima karya tugas akhir mahasiswa angkatan 2022 sebagai implementasi tugas akhir non-skripsi berbasis proyek inovatif seni pertunjukan.

Ketua Prodi Pendidikan Sendratasik, I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa diseminasi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan konseptual, artistik, dan manajerial dalam menghasilkan karya seni yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun praktik.

“Lima karya yang dipentaskan dalam diseminasi tersebut terdiri atas karya tabuh kreasi, baleganjur kreasi, dan tari kreasi yang berangkat dari kekayaan tradisi lokal Bali,” ujarnya.

Kelima karya tersebut adalah tabuh kreasi “Ruwating Bumi” karya I Made Upadana, tari kreasi “Nalaskara” karya I Kadek Oka Prawira Wibawa, tabuh kreasi “Samagama” karya I Gusti Lanang Agung Aditya Darma Putra, tari kreasi “Madedari” karya Putu Ayu Kartika Dewi, dan baleganjur kreasi “Temurun Warsa” karya I Putu Rizky Anggara Putra. Seluruh karya mengangkat inspirasi dari tradisi, ritual, dan kearifan lokal Bali yang dikembangkan menjadi karya seni pertunjukan inovatif.

Menurut Gusman, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi mahasiswa Semester VIII yang menempuh mata kuliah Tugas Akhir dengan mahasiswa Semester VI pada mata kuliah Manajemen Produksi Seni Pertunjukan. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola produksi seni pertunjukan secara profesional.

“Seluruh proses, mulai dari perencanaan, produksi, hingga publikasi pertunjukan, dikelola secara kolaboratif sehingga menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah produksi seni pertunjukan profesional,” katanya.

Rektor UPMI Bali yang diwakili oleh Wakil Rektor II UPMI Bali, Dr. Drs. I Wayan Sudiarsa, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bukti penerapan kurikulum berbasis luaran atau outcome based education (OBE). Menurutnya, karya yang dihasilkan mahasiswa merupakan bentuk kontribusi nyata lulusan bagi masyarakat.

Sementara itu, Dekan FBS UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa FBS sejak tahun 2025 telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk menempuh tugas akhir non-skripsi sesuai kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong fleksibilitas dan relevansi pembelajaran. Proyek inovatif seni pertunjukan yang dihasilkan mahasiswa tetap dilengkapi laporan akademik sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan pedagogis.

Diseminasi ini mendapat dukungan dari civitas academica UPMI Bali, tokoh masyarakat, komunitas seni, sanggar, serta masyarakat pecinta seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Sendratasik FBS UPMI Bali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, dan mampu mengembangkan seni berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. (*)