KKL 2024, Prodi PBID Menapak Jejak Bahasa dan Sastra di Bali Utara

You are currently viewing KKL 2024, Prodi PBID Menapak Jejak Bahasa dan Sastra di Bali Utara

Denpasar-

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Singaraja, Jumat dan Sabtu, 2—3 Agustus 2024. KKL diikuti 22 mahasiswa semester VI Prodi PBID serta didampingi 16 orang dosen dan pegawai. Lokasi tujuan KKL meliputi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), situs cahar budaya Rumah Ni Nyoman Rai Serimben (ibunda Bung Karno), UPTD Gedong Kirtya Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, The Little Museum Anak Agung Pandji Tisna, Komunitas Mahima dan redaksi media daring tatkala.co.

Ketua Prodi PBID, I Made Sujaya menjelaskan KKL tidak hanya bertujuan menambah wawasan dan kompetensi mahasiswa dalam bidang ilmu kebahasaan dan kesastraan, namun juga memperluas jejaring dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Tujuan lain tentu saja memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk menentukan topik penelitian skripsinya,” kata Sujaya.

Wakil Dekan FBS, Ni Luh Gede Liswahyuningsih yang mewakili Dekan FBS mengapresiasi KKL Prodi PBID yang dinilainya tepat sasaran dan sarat dengan kegiatan akademis. Terlebih lagi KKL menghasilkan sejumlah kerja sama dan implementation arrangement (IA) atau perjanjian pelaksanaan kerja sama dalam bentuk kegiatan, seperti seminar bersama mahasiswa, benchmarking penyusunan kurikulum berbasis outcome based education (OBE) antara Prodi PBID UPMI dan Prodi PBSI Undiksha, kuliah tamu “Sastra Pariwisata dalam Penelitian dan Pembelajaran” bersama akademisi Undiksha I Wayan Artika dan Workshop Penulisan Kreatif di Media Daring bersama jurnalis dan sastrawan I Made Adnyana Ole. Mahasiswa peserta KKL juga merasa puas dan senang mengikuti KKL karena mendapat banyak manfaat untuk kepentingan studi. “Acaranya padat, bermanfaat dan menyenangkan,” kata salah seorang mahasiswa, Ni Komang Sabina Sanjiputri. (*)