Luh Yesi Candrika, S.S., M.Hum., diangkat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Bali (PBB), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali. Yesi menggantikan Dr. Drs. Anak Agung Gde Alit Geria, M.Si.
Pemberhentian AAG Alit Geria dan pengangkatan Luh Yesi Candrika sebagai Kaprodi PBB berdasarkan SK Rektor UPMI Nomor 0888/UPMI/VII/2026 tertanggal 17 Juli 2026. Sebagai tindak lanjut dari mutasi tersebut, Selasa (28/7) dilakukan serah terima jabatan di ruang Dekan FBS. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, Dr. I Made Sujaya, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan regenerasi kepemimpinan yang tidak hanya menjadi bentuk penyegaran organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi dan memperkuat budaya akademik demi mewujudkan Prodi PBB yang lebih maju.
Sebagai prodi baru, Prodi PBB perlu diperkuat dalam tata kelola sehingga prodi ini makin berkembang dan mampu diterima oleh masyarakat. “Mewakili pimpinan dan civitas academica FBS UPMI Bali, saya menyampaikan terima kasih, penghargaan, dan apresiasi yang tinggi atas pengabdian dan dedikasi Bapak AAG Alit Geria selama menjabat Kaprodi PBB.
Beliau telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, khususnya dalam memastikan kelancaran proses akreditasi prodi hingga mendapat hasil sesuai harapan, yakni Baik Sekali. Sebagai prodi baru, ini capaian yang luar biasa,” kata Dekan Sujaya.
Kepada Luh Yesi Candrika, Sujaya menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang dipercayakan untuk memimpin Program Studi Pendidikan Bahasa Bali. Ia berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah dirintis sebelumnya sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan inovatif dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola program studi.”Selamat mengemban amanah kepada Ibu Luh Yesi Candrika.
Kami yakin dengan kompetensi, pengalaman, dan semangat kolaborasi yang dimiliki, Program Studi Pendidikan Bahasa Bali akan semakin berkembang, adaptif terhadap tantangan zaman, serta mampu melahirkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Bali,” ungkapnya.
Luh Yesi Candrika menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berjanji akan menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan, memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta membangun sinergi bersama seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra Prodi PBB. Namun, sebagai dosen muda, Yesi Candrika menyadari dirinya masih perlu berlajar. “Saya mohon bimbingan, tuntunan, dan arahan para senior.
Pada awal tugas ini, pasti banyak hal yang masih harus saya pelajari. Untuk itu, kiranya Bapak/Ibu para senior tidak bosan untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang akan saya ajukan berkaitan dengan tugas niki,” kata Yesi Candrika. AAG Alit Geria menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama dirinya bertugas sebagai Kaprodi PBB.
“Peringkat akreditasi Baik Sekali untuk Prodi PBB itu merupakan buah dukungan dan kerja sama semua pihak, dari yayasan, universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di Prodi PBB, termasuk teman-teman dosen di prodi lain yang mau guyub membantu kami. Untuk semua itu, saya secara tulus menyampaikan terima kasih,” kata AAG Alit Geria. Namun, AAG Alit Geria juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas sebagai Kaprodi PBB, ada kesalahan atau kekurangan yang dilakukannya. “Dengan tulus saya mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama ini,” kata AAG Alit Geria.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan rasa saling menghargai. Momentum tersebut mencerminkan semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika Fakultas Bahasa dan Seni dalam mendukung kesinambungan kepemimpinan serta pengembangan institusi dengan semangat kritis, kreatif, dan humanis. (*)

